Ketua Umum Komnas PA: Kekerasan Pada Anak Semakin Tak Masuk Akal


<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a59ecd1b’ border=’0′ alt=” /></a> 

Jakarta – Anak-anak, sebagai sosok yang lemah dan tidak berdaya membuat mereka rentan terhadap kekerasan. Sepanjang 2010 ini, kasus penculikan dan kekerasan pada anak-anak masih terjadi, bahkan semakin tidak masuk akal.

“Kekerasan pada anak dalam keluarga sudah bukan lagi membentak dan memukul. Tapi kekerasan fisiknya sudah mulai mematahkan kaki, membakar anak hidup-hidup, memasukkan ke sumur. Ini sudah di luar akal sehat,” kata Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.

Berikut ini wawancara detikcom dengan Arist, Kamis (23/12/2010):

Selama 2010 ini masalah apa yang paling mencuat dihadapi anak-anak?

Catatan kita, ada penculikan dan kekerasan. Pada 2010 ini ada yang berubah dibanding penculikan yang terjadi pada 2009. Kalau pada 2009 kita masih mendapati penculikan yang diikuti dengan permintaan tebusan, lalu karena motif balas dendam dan juga untuk bisnis.

Pada 2010 ini, banyak kasus penculikan yang penculiknya tidak menghubungi keluarga korbannya. Artinya ini ada sindikat terorganisir yang mengelola. Sasarannya kemudian RS dan klinik bersalin untuk mengambil anak yang umurnya berada di bawah 5 hari.

Misalnya saja penculikan bayi di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat, awal 2010. Eksekutornya adalah bidan di situ. Ini menunjukkan adanya sindikat yang terorganisir, yang bisa menggerakkan orang dalam (Puskesmas).

Ada pula eksploitasi ekonomi di mana anak-anak diculik untuk dipekerjakan. Anak-anak yang berumur 10-12 tahun banyak diculik untuk seksual komersial. Bahkan di pertengahan 2010 muncul keresahan masyarakat lantaran isu anak-anak yang diculik menjadi korban penjualan organ tubuhnya. Orang yang dicurigai menculik kemudian dibakar hidup-hidup. Ini merebak di Medan, Pekanbaru dan sejumlah daerah lainnya.

Laporan penculikan anak meningkat. Pada 2009 hanya 102 laporan, sedangkan sekarang 110 kasus. Ini karena ada suppy and demand.

Penculik menjadi bagian dari sindikat?

Penculik ini eksekutor karena ada permintaan. Eksekutor di rumah sakit-rumah sakit itu biasanya bukan orang lain, tapi malah pekerjanya sendiri. Misalnya di RSUD di Jawa Tengah, bayi yang hilang di sana pada sekitar Maret lalu sampai sekarang belum ditemukan. Diduga pelakunya orang dalam. Para eksekutor itu bisa mendapat Rp 5-10 juta per anak.

Sindikat masih merajalela karena hukumannya belum bisa memberikan efek jera?

Penculik kalau ditemukan pasti kena pidana. Masalahnya ketika penculikan itu terjadi, mereka ini sangat rapi mengorganisasinya, sehingga sulit untuk menemukan. Ini juga yang menjadi kesulitan polisi. Itu makanya kita semua harus terus kerjasama, semua pihak.

Apakah jual beli organ anak itu benar-benar terjadi?

Ini menimbulkan keresahan di masayarakat. Pada 2008 kita pernah temukan fakta, anak ditaruh di kardus tapi organ tubuhnya hilang. 2008 kita pernah temukan fakta, anak ditaruh kardus tapi organ tubuh hilang. Namun selain itu, belum kita temukan yang benar-benar terbukti menjual beli organ tubuh anak.

Penculikan bayi umumnya memiliki motif apa?

Penculikan anak berumur 5 tahun kebawah itu biasanya untuk eksploitasi ekonomi, dipekerjakan di jalanan. Di bawah itu untuk adopasi ilegal. Adopsi ilegal ini ada yang untuk luar negeri dan domestik. Indikasinya untuk negara Singapura, Malaysia, Taiwan dan bahkan untuk wilayah Eropa.

Anak umur berapa yang rentan penculikan?

Anak umur nol hingga 12 sangatlah rentan. Untuk yang berumur 10 hingga 12 tahun rentan pada penculikan untuk seksual komersial. Umur 5 tahun ke bawah itu untuk eksploitasi ekonomi. Sedangkan di bawah itu untuk adopsi ilegal.

Perlu kewaspadaan ekstra pula di RS, Puskesmas dan klinik bersalin?

Kalau ada yang mau melahirkan, sebaiknya suami dan keluarga menunggu dan menjaga ibu dan bayi dengan baik, jangan hanya petugas di RS itu. Pihak RS juga sebaiknya mensterilkan ruang bersalin dari orang-orang yang bukan keluarga yang sedang bersalin. Perlu juga CCTV sebagai upaya peningkatan keamanan.

Mengapa ada yang menempuh adopsi ilegal?

Karena menganggap yang legal itu biayanya mahal. Kalau adopsi ilegal, banyak yang berpikir itu kan tinggal keluar uang untuk bayar orang dan tidak sulit. Karena itu, ada yang menjadikan ini sebagai bisnis. Seperti kalau kita mau urus KTP atau paspor sajalah, itu kan kadang ada yang begitu. Memanfaatkan keinginan orang yang tidak mau capek sehingga menggunakannya sebagai bisnis.

Penjualan bayi kini sudah mulai terbuka. Misalnya karena miskin, anak yang masih dikandung sudah dijual. Ini sudah transaksi.

Bagaimana dengan kekerasan pada anak-anak?

Kekerasan masih mendominasi. Angka pengaduannya naik sekitar 20 persen dari tahun 2009. Kalau tahun 2009 ada 1.998 kasus yang diadukan, sekarang 2.335 kasus.

Dari 2.335 kasus pengaduan yang masuk ke kita, 62,7 persen merupakan kekerasan seksual. Kekerasan bentuk ini antara lain dalam  bentuk inses, perkosaan, sodomi dan pencabulan. Ini ternyata banyak juga dilakukan oleh orang terdekat dari si anak, misalnya saja orangtua atau orangtua tiri. Kebanyakan korbannya adalah anak-anak perempuan yang menjadi sasaran kekerasan. Ini jadi fokus kita.

Kekerasan pada anak dalam keluarga sudah bukan lagi membentak dan memukul. Tapi kekerasan fisiknya sudah mulai mematahkan kaki, membakar anak hidup-hidup, memasukkan ke sumur. Ini sudah di luar akal sehat.

Pembuangan bayi sepertinya juga masih terjadi?

Pada 2010 ini kami mencatat 824 pembuangan bayi, di mana 68 persen ditemukan telah meninggal. Bayi itu banyak dibuang di bak sampah, terminal, halte bus, sungai, got, bahkan di tempat pemakaman umum.

Apa yang dilakukan Komnas PA?

Kita mencanangkan gerakan nasional melawan kekejaman terhadap anak. Mulai minggu depankita gelar spanduk 1.000 meter di setiap keramaian. Sebagai implementasi, kita mendorong RT dan RW supaya ikut berperan serta dengan membuat tata tertib lingkungan agar warga terlibat dalam upaya mencegah penculikan maupun kekerasan dan kekejaman kepada anak. Sehingga bila warga melihat ada yang dicurigai segera dilaporkan.

Ini karena banyaknya kasus yang masuk di kita, hanya 52 persen yang telah selesai ditangani. Karena itu kita minta peran serta masyarakat. Kalau mereka melihat ada orang yang mencurigakan segera melapor ke RT atau RW sehingga bisa diteruskan ke polisi, dan bisa dibuat sketsanya.

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s